Langsung ke konten utama

pack and run away


Sebetulnya labil melabil ini sudah lama. Saya udah pernah 'ngomel' soal ini ke beberapa teman sesama blogger. Labil melabil soal apa sih? Cowok? O, sayang sekali bukan. Tapi soal tempat hosting blog. Hehehe. Dan seperti banyak orang pada umumnya, saya terbelah antara blogger atau wordpress. Dan kelabilan ini udah muncul sejak tahun 2010, tepatnya.

Melihat kembali si blog ini, yang udah ganti URL beberapa kali, penampilan apalagi (super bunglon), dan isinya juga gado-gado--beberapa kali percobaan membongkar postingan--dalam rangka merapikan--juga selalu meninggalkan ketidakpuasan. Pengennya mulai dari mula lagi, gitu. Jadi, eksterior juga belum cukup, makanya sekalian aja ganti engine. Hohoho.

Kemarin sempat main-main sama wordpress dan udah nemu 'klik', rasanya. Sempat nyoba bikin self-hosted wordpress juga, tapi kurang sreg karena agak ribet ngerawatnya meskipun lebih leluasa. Dan emm, masalahnya ada di hosting dan server sih. Maklum masih belum keluar niat untuk beneran sewa hosting betulan--jadi ya maklum, kalau pake hosting gratisan.

Tapi yang utama, isi blognya sih. Saya pengen mulai dari awal dan meninggalkan segala kelabilan di blog lama menyimpan blog ini sebagai arsip pribadi. Blognya nggak akan saya hapus, karena buat kenang-kenangan, tapi saya pikir sudah saatnya betulan pindah. Hitung-hitung ngasih tanda gitu, kalo di blog yang baru ini si empunya akan (mencoba) lebih dewasa dan terarah... cieeee kok kayaknya berat amat. Padahal mah gara-gara bosen. Lol.

Maka dari itu saya kabur ke wordpress.com saja. Memang sih kalau secara eksterior terbatas, tapi secara interior alias user interface-nya, saya sejauh ini puas. Hehe. Kelihatannya sih memang lebih ribet, tapi kalau udah dipake, si WP ini lebih nyaman dan praktis daripada blogspot--cocok buat saya yang males-malesan. Selain itu, WP yang custom theme-nya terbatas memungkinkan saya untuk menahan diri ngubah-ngubah penampilan si blog, si bunglon itu =))

Pendek kata, saya pindah. Blog ini akan tetap ada sebagai arsip. Saya mungkin akan mengubah url-nya setelah beberapa lama, mungkin juga nggak. Tapi mengubah layoutnya jadi agak ribet begini kayaknya sudah cukup membantu, hehehehe.

Ganti engine, bloghosting, url... konsep blognya masih nggak berubah sih, masih tentang personal life & thoughts aja, diselingi dengan berbagai hal favorit yang kemungkinan saling ngga nyambung, dan bahasa yang campur-campur juga. The truth is, saya udah mulai ngeblog di sana sejak awal Juni, dan rasanya... nyaman. ehe.

Mampir ya ke rumah baru saya kalo berkenan... :)

Postingan populer dari blog ini

being single

Yak, topik cinta-cintaan kembali setelah sekian lama. Aih. Mentor saya, senior di kampus, baru-baru ini menikah. Selamat atas pernikahannya ya Teh Arindo, semoga bisa jadi keluarga yang sakinah-mawaddah-warohmah dan dikaruniai anak-anak yang terdepan dalam prestasi. :) Karena yang menikah ini teman kuliah, jadilah topik penggalauan kembali mewabah di lingkungan pergaulan saya. Jadi ingat. Kemarin saya naik angkot pulang, seperti biasa. Kalau naik angkot, lama perjalanannya bisa sekitar dua jam. Maklum Bandung coret. Seringnya sih saya tidur :P Di tengah perjalanan, angkot ngetem di depan sebuah SMP. Beberapa saat kemudian, naiklah empat orang anak SMP. Dari pembicaraannya, saya bisa tahu mereka masih kelas tujuh.  Ngobrolnya seru, khas anak cowok, saling ejek dan rebutan hape karena main game entahlah apa saya nggak tahu. Satu anak ada yang terlihat jangkung kurus, berkacamata, gayanya pecicilan, pokoknya ngeselin, tapi lucu. Intinya anak itu mengesalkan, tapi saya...

Saya Kangen Jatuh Cinta

Ingin jatuh cinta sama orang deh rasanya. Ngeceng orang salah. Lagi ngga ngeceng eh taunya galau juga. Hmmm. Saya kangen jatuh cinta. Bukan orangnya, karena kalo sekarang ditanya saya lagi jatuh cinta sama siapa, saya ga akan bisa jawab--karena sumpah, nggak tahu. Ditanya rang mati kutu bukannya ngga mau ngasih tahu, tapi karena emang ga ada =..= Yonghwa dan Seohyun. Dua orang ini kelewat manis sampe ngga tahan tiap nonton aaa.

10.10.10

TUMBLR . TWITTER . WEBSITE Pasar Seni ITB keSEPULUH. Tanggal SEPULUH bulan SEPULUH tahun duaribuSEPULUH. Hanya berlangsung SEPULUH jam saja!