Langsung ke konten utama

some changes won't hurt.


Dari kemarin, blog saya kayak bunglon. Berubah-ubah terus tampilannya. Template-nya gonta-ganti, bisa sehari tiga kali; dimensi fotonya, penggunaan bahasanya (yang kayaknya sih akan tetap gado-gado), sampai akhirnya judul blognya berganti juga. Tadinya sempat kepikiran mau ganti url juga malah, tapi sayang.

Ini karena saya pikir blog ini sudah waktunya di make-over. Beberapa bulan terakhir, blog saya ini isinya negatif terus. Memang sedang low self esteem juga sih, tapi pengennya jangan sampai writer's block juga. Habis, tujuan saya nulis di blog 'kan, salah satunya supaya saya bisa menyalurkan stres. Kalau cara menyalurkan stres aja udah bikin saya stres, lhaaa gimana nantinya dong?

Dari kemarin mencoba disiplin, tapi gagal terus. Nggak ada salahnya mencoba lagi, kan. Sekalian saja, saya ubah-ubah lagi tampilan blog ini. Supaya segar dan berasa baru aja, jadi nulisnya semangat. Selain itu, judulnya baru juga--karena judul yang lama saya rasa sudah nggak relevan sama saya yang sekarang.

Dari kemarin mencoba disiplin, tapi gagal terus. Nggak ada salahnya mencoba lagi, kan.

Dreamcatcher yang kemarin itu cuma judul temporer, jadi nggak dihitung. Yang sudah nggak relevan itu judul the Coffee and Lace. Kenapa? Karena saya sendiri sudah berhenti minum kopi. Berawal dari hanya berniat mengurangi, sekarang saya (sepertinya) sudah benar-benar berhenti. Kayaknya ini bulan keenam saya *atau lebih?* tanpa kopi deh. Sekarang, mencium aromanya juga sudah... malas. Mungkin kopi yang bisa saya minum tinggal kopi instan ecek-ecek yang banyak susunya.

Judulnya kali ini...  O Hello Morning. Entahlah bertahan sampai kapan--pengennya sih minimal setahun lah, hehe. Judul ini dipilih karena saya suka pagi. Waktu pagi itu, menurut saya, bener-bener terasa sebagai awal dari sesuatu yang baru, terlepas dari apa pun cuacanya. Pagi, menurut saya, bukan waktu yang harus diburu-buru. Mungkin itu sebabnya saya sering telat kalau kuliah pagi *yak, alasan ini mah, alasan*.

a Blogger is a life tourist. Saya suka banget ungkapan itu. Maka dari itu, saya mau jadi turis kehidupan yang sebenar-benarnya--lewat blog. Akhir-akhir ini kayaknya saya hobinya stres terus. Mari kita kurangi! Karena turis berarti juga menikmati, kan? Yak, selamat menikmati blog saya yang masih akan tetap random tapi setidaknya akan lebih terarah ini, ya (ngomong apa sih saya).

Terus, semoga saya juga bisa posting secara rutin lagi. Yaa minimal dua minggu sekali lah... siapa tahu jadi makin rajin.

Photo credit: William Whitehurst

Komentar

Postingan populer dari blog ini

being single

Yak, topik cinta-cintaan kembali setelah sekian lama. Aih. Mentor saya, senior di kampus, baru-baru ini menikah. Selamat atas pernikahannya ya Teh Arindo, semoga bisa jadi keluarga yang sakinah-mawaddah-warohmah dan dikaruniai anak-anak yang terdepan dalam prestasi. :) Karena yang menikah ini teman kuliah, jadilah topik penggalauan kembali mewabah di lingkungan pergaulan saya. Jadi ingat. Kemarin saya naik angkot pulang, seperti biasa. Kalau naik angkot, lama perjalanannya bisa sekitar dua jam. Maklum Bandung coret. Seringnya sih saya tidur :P Di tengah perjalanan, angkot ngetem di depan sebuah SMP. Beberapa saat kemudian, naiklah empat orang anak SMP. Dari pembicaraannya, saya bisa tahu mereka masih kelas tujuh.  Ngobrolnya seru, khas anak cowok, saling ejek dan rebutan hape karena main game entahlah apa saya nggak tahu. Satu anak ada yang terlihat jangkung kurus, berkacamata, gayanya pecicilan, pokoknya ngeselin, tapi lucu. Intinya anak itu mengesalkan, tapi saya...

Saya Kangen Jatuh Cinta

Ingin jatuh cinta sama orang deh rasanya. Ngeceng orang salah. Lagi ngga ngeceng eh taunya galau juga. Hmmm. Saya kangen jatuh cinta. Bukan orangnya, karena kalo sekarang ditanya saya lagi jatuh cinta sama siapa, saya ga akan bisa jawab--karena sumpah, nggak tahu. Ditanya rang mati kutu bukannya ngga mau ngasih tahu, tapi karena emang ga ada =..= Yonghwa dan Seohyun. Dua orang ini kelewat manis sampe ngga tahan tiap nonton aaa.

10.10.10

TUMBLR . TWITTER . WEBSITE Pasar Seni ITB keSEPULUH. Tanggal SEPULUH bulan SEPULUH tahun duaribuSEPULUH. Hanya berlangsung SEPULUH jam saja!