March of Earth
Judul asli: Chikyuu KoushinkyokuPengarang: Mikase Hayashi
Tahun: 2002
Penerbit: MnC!, 2006
Guilty pleasure saya salah satunya adalah manga alias komik Jepang. Hobi mengoleksi komik sejak SD masih terbawa sampai sekarang, meskipun sekarang saya lebih pilih-pilih judul--sekarang udah jarang sekali beli, selain belum menemukan lagi yang menarik, juga karena harganya mahal. Genre yang saya sukai tentu saja shoujo atau josei -- sebuah genre yang mayoritas dibuat untuk, dari, dan oleh perempuan. Ceritanya banyak yang keren, malah mengalahkan cerita-cerita sinetron Indonesia atau teenlit atau bahkan novel terbitan major--ya, mesti pilih-pilih dulu sih. Kali ini, saya akan cerita sedikit tentang salah satu manga favorit saya: March of Earth.
March of Earth adalah sebuah mini seri bertema keluarga dan persahabatan; sebuah shoujo manga yang dikemas dalam dua volume, karangan Mikase Hayashi. Sebuah manga sederhana yang tidak menceritakan tentang kekuatan ajaib, tidak menceritakan tentang percintaan penuh problem, melainkan hanya kehidupan sehari-hari anak perempuan kelas dua SMA dan keponakan laki-lakinya yang masih berusia tiga tahun. Sebetulnya nyaris nggak ada yang istimewa dari manga ini--namun entah kenapa komik ini masih sering saya baca sampai sekarang. Ceritanya sederhana dan mudah ditebak, tak ada kejutan berarti dan gambarnya juga biasa-biasa saja. Tapi, saat membacanya, saya merasa senang. Nggak berlebihan dan menyenangkan.
Our family of us
Sejak kecil Yuzu Takamiya tidak menjalani kehidupan yang sama dengan orang lain. Saat dia berusia sembilan tahun, kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, meninggalkan dia dan kakak perempuannya, Tsubaki Takamiya, yang masih kelas dua SMA. Mereka hidup bersama selama lima tahun. Namun, saat Yuzu menginjak usia lima belas tahun, kakaknya pun harus meninggal karena kecelakaan lalu lintas—kali ini meninggalkan Yuzu yang masih SMA dan anak kakaknya yang dibesarkan tanpa ayah, Shou Takamiya yang berusia dua setengah tahun.
Karena mereka berdua tidak punya kerabat lagi, Dinas Sosial datang dan meminta agar Shou dimasukkan saja ke panti asuhan. Namun, sama seperti kakaknya dulu, Yuzu menolaknya dan menyatakan akan mengurus Shou sendiri. Hal ini sempat menimbulkan protes dari pihak dinas sosial, tapi untunglah ada orang-orang yang mendukung agar Yuzu tetap berada dalam keputusannya. Mereka adalah ooya atau pemilik apartemen tempat Yuzu tinggal, keluarga Kusano. Keluarga Kusano ikut menjamin bahwa mereka akan membantu kehidupan Yuzu dan keponakannya.
Sejak awal, Keluarga Kusano adalah keluarga yang paling sering membantu Yuzu dan kakaknya. Di saat Yuzu dan kakaknya kebingungan karena mereka tidak mendapat tempat tinggal—Developer rumah selalu menolak karena Tsubaki hanya orang tua tunggal (tidak menikah) yang penghasilannya tak menentu—Keluarga Kusano-lah yang menawarkan agar Yuzu tinggal di apartemen yang disewakan mereka. Karena sudah begitu akrab, mereka sudah seperti keluarga sendiri.
Nah, dari sinilah cerita bergulir. Kejadiannya pun sederhana. Bagaimana Yuzu mengalami kesulitan mengatur waktu antara mengurus rumah dengan pelajaran, bagaimana menghadapi balita yang kadang suka rewel, sampai saat Yuzu harus bekerja sambilan demi menutupi biaya rumah tangga setiap bulan. Shou yang masih kecil kadang sering menuntut dan membuat Yuzu jadi stres sendiri, sampai dia sadar bahwa masih banyak orang-orang yang peduli padanya. Kelucuan-keluacuan anak kecil juga muncul di sini, sampai masalah saat orang-orang menudingnya tak pandai mengurus anak.
Kehidupan Yuzu, selain bersama keluarga Kusano, juga diramaikan dengan kehadiran sahabat-sahabatnya di sekolah, seperti Touko, Nacchan, dan Fujiwara. Meskipun pada dasarnya manga ini memiliki genre drama, namun banyak juga selipan romantic comedy disana-sini, terutama hubungan Yuzu dan Seita Kusano, anak pertama keluarga Kusano, yang jalan di tempat karena Yuzu kelewat polos. Suka gemes bacanya, haha.
Hal ini juga ditambah kehebohan dengan munculnya Rika yang membenci Suzu karena dia menyukai Seita. Ada juga Shinzaki, ketua kelas pendiam yang sempat membuat Seita agak cemburu. Yuzu sendiri tidak menyadari perhatian Seita padanya sama sekali, sehingga teman-temannya kadang kasihan pada Seita— yang hanya bisa mendumel sambil bertengkar dengan adiknya, Keita Kusano. Kalau sudah begitu, Ibu mereka yang juga akrab dengan Yuzu hanya bisa tertawa...
Keseharian mereka selalu dilewati dengan riang gembira. Namun, suatu saat, ayah kandung Shou, Takato Tasuku, muncul, timbul keraguan di benak Yuzu. Ia ingin mempertemukan Shou dan tinggal dengan ayahnya, namun dia juga tak mau meninggalkan teman-temannya di kota itu. bila ia pergi bersama ayah Shou, ia harus pindah. Nah, mana yang akan dia pilih?
Characters
Yuzu Takamiya - Yuzu adalah tipikal anak perempuan yang mandiri, namun kadang kelewat mandiri sampai akhirnya melupakan kepentingan diri sendiri. Banyak memikirkan orang lain dan melupakan diri, itulah Yuzu. Cita-citanya adalah menjadi seorang pengacara, karena ia ingin mewujudkan kesejahteraan untuk keluarga yang ‘timpang’ seperti dirinya. Dengan kesibukannya mengurus anak dan tetap dapat berada di peringkat pertama di sekolahnya, membuat teman-temannya salut padanya. Namun sifatnya juga kontradiktif. Dia selalu ingin mengerjakan semuanya sendiri, karena ia menganggap itu adalah janjinya sejak ia mulai merawat Shou sendirian; sesuatu yang kadang membuatnya terlalu memaksakan diri. Untunglah ada Seita, yang bertindak sebagai pengingat di saat dia lupa. Seita adalah orang yang penting bagi Yuzu setelah Shou, bahkan tanpa Yuzu sadari.
Shou Takamiya - Anak dari kakak Yuzu, Tsubaki. Lahir tanpa ayah, karena Ibunya memutuskan untuk membesarkannya sendiri. Shou sama seperti balita yang lain, menggemaskan dan bandel. Dia sangat menyayangi Yuzu dan banyak melakukan hal untuk membuat Yuzu tertawa kembali—sifat lucu yang membuatnya banyak disayangi orang, termasuk teman-teman sekolah Yuzu. Shou juga menimbulkan semacam ‘fetish’ tertentu bagi teman-teman Yuzu, termasuk Yuzu, Seita, dan ayahnya. :)
Seita Kusano - Sudah menjadi rahasia umum bahwa dia menyukai Yuzu, namun Yuzu sama sekali tidak merespon segala usaha cowok ini karena Yuzu kelewat polos. Usahanya juga kadang kelewatan, seperti sengaja menceburkan diri ke dalam bak hanya agar dia terlihat ‘seksi-dan-segar-setelah-mandi’ di hadapan Yuzu, meskipun akhirnya sama sekali tidak berguna. Meskipun tindakannya banyak yang bodoh, dia termasuk cowok yang banyak disukai perempuan. Tapi, sebenarnya Seita yang paling mengerti bagaimana perasaan Yuzu, juga mengembalikan keceriaan gadis itu dikala dia sedang down. Seita adalah tipe easy going yang ceria, agak sedikit bodoh, tapi juga disukai anak-anak—Shou sering sekali meminta gendong padanya.
Takato Tasuku - Ayah kandung Shou. Sebelumnya ia bekerja di penerbit, namun ia memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang arkeologi. Sebelumnya ia tidak begitu yakin apakah Shou adalah anak kandungnya, karena itu hubungan mereka jadi canggung—begitu pun Yuzu, karena ia ketakutan bila Takato tahu Shou adalah anak kandungnya, dia akan membawa Shou pergi.
Tsubaki Takamiya - Tsubaki adalah seorang penulis buku anak. Editornya adalah Takato, dan karena itu juga mereka menjadi sepasang kekasih. Takato pergi tanpa tahu Tsubaki telah hamil. Tsubaki memutuskan untuk tidak memberitahu Takato karena tidak mau mengganggu Takato yang baru akan mulai mengejar impiannya. Saat meninggal, Tsubaki baru saja menyelesaikan bukunya, berjudul “March of Earth”. Saat pertama kali membaca buku itu, Yuzu baru menyadari bahwa buku itu adalah representasi kehidupan kakaknya dan dirinya. Karena itu, buku itu selalu menjadi semacam jimat bagi Yuzu dan Shou. Bagi Yuzu, Shou adalah tanda mata terakhir dari kakaknya, begitu pula buku itu. Buku itu memberi semangat bagi Yuzu untuk tetap tegar menjalani kehidupannya.
Keita Kusano - Adik Seita yang baru saja kelas 6 SD, namun pikirannya lebih rasional dan dewasa dibandingkan Seita. Dia adalah pemerhati yang bagus, bahkan dia tahu perasaan Seita terhadap Yuzu—dan sering meledek kakaknya itu. Perannya sepanjang cerita hanya sedikit, namun dia sering sekali ‘mengambil’ percakapan berarti, yang makin membuat Seita lebih kesal lagi. Tapi mereka sebenarnya kakak-beradik yang kompak, kok. Meskipun sepertinya dia ingin mengganggu perkembangan hubungan kakaknya dengan Yuzu terus.
Tante - Tidak jelas siapa namanya, tapi yang pasti, ibu keluarga Kusano ini selalu dipanggil “Tante”. Dia adalah orang yang menawarkan apartemennya saat Yuzu dan Kakaknya mencari tempat tinggalnya. Bertindak seperti Ibu Yuzu sendiri, sehingga ia sangat menyayangi mereka. Yuzu bahkan boleh menginap (meskipun Seita panik setengah mati). Saat Yuzu berulang tahun, Tante juga membuatkan pesta untuknya. Sosok Tante seperti seorang penyelamat bagi Yuzu, dan Yuzu merasa sangat berhutang budi pada wanita ini—dan juga keluarga Kusano.
Nacchan, Touko, dan Fujiwara - Mereka bertiga adalah teman-teman dekat Yuzu. Mereka banyak melakukan berbagai hal bersama Yuzu. Nacchan adalah sahabat Yuzu yang paling dekat—dan dia sangat antusias melihat perkembangan hubungan Yuzu dan Seita. Nacchan sendiri adalah orang yang terobsesi ingin mencari pacar. Teman curhatnya adalah Fujiwara, cowok berkacamata yang selalu (terpaksa) mendengarkan curhatannya. Sedangkan Touko adalah gadis manis yang begitu menyukai Shou dan senang membelikan berbagai macam barang untuk anak itu.
Shinzaki dan Rika - Shinzaki adalah ketua kelas yang pendiam. Yuzu sendiri awalnya tidak begitu dekat dengan orang ini, namun dalam menentukan keputusan-keputusan penting, Shinzaki adalah orang yang membantu memberikan kepercayaan diri pada Yuzu. Hal ini sempat membuat Seita merasa kehilangan “peran”nya. Sedangkan Rika adalah anak perempuan yang menyukai Seita, namun jadi kesal pada Yuzu karena selalu Yuzu saja yang diperhatikan.
What makes it adorable
March of Earth adalah manga karya Mikase Hayashi. Ini adalah serial pertama yang dibuat setelah debutnya, dan dimuat di LaLa DX terbitan Hakusensha—sebanyak 11 Episode. Mungkin bagi kebanyakan orang, manga ini hanya dipandang sebelah mata—atau bahkan, hanya sekedar dilihat sekilas, melihat sampul, membolak-balik, lalu diletakkan lagi ke rak dan terlupakan. Saya sendiri, saat pertama melihat buku ini, tidak tertarik sama sekali. Selain karena gambarnya tidak begitu menarik, ceritanya juga saya anggap biasa saja.
Saya baru membaca setelah akhirnya meminjam karena tidak ada pilihan lain (aduh, malang nian). Kesannya? Biasa saja. ya, cerita-cerita yang bergulir memang biasa saja, bahkan cenderung mudah ditebak. Artworknya pun biasa, cenderung sederhana. Karena ini serial pendek, tentu saja pengembangan karakternya kurang terasah.
Namun, entah mengapa manga ini membawa kesan tersendiri bagi saya. Terlepas dari artwork, chara developing dan sebagainya, saya menyukai manga ini. Manga yang sederhana, yang tak hanya bercerita tentang kehidupan sehari-hari, namun juga berbagai makna di baliknya. Kesabaran, mendapat perhatian dan memperhatikan orang lain, cinta kasih, usaha dan perjuangan. Ada kalanya kita tak selalu mendapatkan apa yang diinginkan, namun karena itu pula kita bisa berubah.
Untuk yang menyukai manga dengan fokus tentang ikatan keluarga dan sahabat, oke juga membaca manga ini. Hanya dua jilid, kok. Kalau terbiasa membaca manga yang setting dan ceritanya 'wah' (entah berat atau yang lainnya), mungkin kurang tertarik dengan manga ini. Tapi untuk yang mencari manga ringan namun menghangatkan hati (cieeee bahasanyaaaa), manga ini cocok untuk menemani waktu santai.
gambar dari mangafox.




Komentar
Posting Komentar
do some talk, folks :)