Bulan September hampir selesai, dan sekarang saya lagi-lagi sedang procrastinating karena seharusnya saya lagi ngerjain sejumlah fashion sketch buat diasistensi besok. Yang mana sampe saat ini masih belom ada kemajuan dari kemaren, ya gitu gitu aja. Males nih kalo begadang lagi. Mudah-mudahan jam 12 malem ini selesai ya aplikasi motifnya :">
Tugasnya sih tugas studio utama. Semester 5 ini saya dapat kuliah studio fashion dan diharuskan bikin koleksi baju/fashion apalah dengan inspirasi pulau-pulau terluar Indonesia. Lumayan nih, karena tugas ini saya jadi searching-searching dengan keyword yang (kayaknya) nggak akan saya pakai. Sekarang sih karena belum jadi masih rada-rada rahasia gitu ceritanya. Hahaha.
Oke lanjut. September itu kan ujungnya ada 'ber' nya. Tapi kok keadaan cuaca masih nanggung-nanggung aja, ya? Hujan masih turun nggak jelas. Katanya sih musim pancaroba. Jadi masih belum tahu kapan musim hujannya.
Saya selalu nungguin musim hujan setiap tahun. Memang sih jadinya banyak lumpur, jadi banjir, jadi suka kejebak macet di jalan raya, tapi... ini hujan, lho! Air yang tumpah dari langit. Yang bikin langit jadi kelabu, bikin basah daun-daun. Bagi saya, hujan benar-benar sesuatu yang bisa bikin rileks. Lebih rileks dibanding dengerin Mario Teguh (lah sejak kapan dengerin Mario Teguh bisa jadi rileks?).
Kenapa suka hujan?
Ya, begitu. Karena hujan itu basah, agak lembap, dingin, bikin sejuk, bikin saya jadi pengen bergulung di kasur dengan sweater sambil baca majalah. Terus bikin indomie. *tibatibangerusakimej*
Selain itu, dari beberapa artikel yang saya baca, hujan juga bisa jadi sarana terapi, terutama bunyi hujan yang gerimis. Pernah nggak ketiduran karena mendengar bunyi hujan? Atau malah sering? Hujan jadi semacam white noise yang menyembunyikan 'keributan' bunyi lain, terutama di kota-kota besar, seperti bunyi kemacetan lalu lintas dan polusi suara lainnya. Untungnya sih saya tinggal di daerah pinggiran kota yang relatif nggak terlalu berisik dengan polusi suara, tapi tambahan suara hujan bisa bikin saya lebih nyenyak tidur.
Karena hujan masih ngga jelas kapan turunnya dan kadang saya butuh suara si hujan, saya jadi sering mampir ke http://rainymoods.com atau sekedar pasang suara hujan di background musik. Cobain deh. Asik loh ke kuping. Ngga tau kalo beda selera sih :p
Bener lho. Kalau misalnya saya di tengah malam terbangun dan ada suara hujan di luar, rasanya senang sekali. Langsung semangat mbungkus badan pake selimut lagi (haha). Terus, kalau malamnya hujan, paginya saya bisa bangun lebih segar. Cuaca lebih lembap dan ada titik-titik air yang menyambut di atas dedaunan saat bangun pagi. Cieee melankolis bener sih.
Melankolis? Duile, iye, ada yang bilang gitu. Sampe ada lagu Desember segala kan dari Efek Rumah Kaca. Kenapa melankolis? Apa gara2 ujan banyak orang mendadak jadi galau, duduk di pinggir jendela sambil merenung? (cie)
pic (c) mine


Komentar
Posting Komentar
do some talk, folks :)