Ibu, kalau kau tanya apa aku sudah terbiasa, mungkin bisa dibilang ya, dan aku sudah bisa tertawa, malah kalau menarik garis yang lebih kejam lagi, terkadang aku lupa.
Tapi bohong kalau aku bilang aku lupa, meskipun sekarang rasanya sedih sekali karena aku berusaha mengingat suaramu namun hanya terdengar begitu tipis di telingaku, membayangkan bagaimana rasanya bisa mencium tanganmu lagi setiap pagi, atau bercerita berbagai hal di sisimu sepulang aku sekolah dulu, atau bahkan hanya sekedar pertanyaan apakah aku sudah makan atau belum.
Aku ingin pulang dan menemukan Ibu di pintu. Aku ingin pulang dan menemukan Ibu yang tersenyum dan bertanya apa saja, aku ingin mengobrol sampai tengah malam seperti apa yang sering kita lakukan dulu, atau kau usap kepalaku saat aku berkeluh kesah.
Bu, rindu sekali aku rasanya...
Tapi bohong kalau aku bilang aku lupa, meskipun sekarang rasanya sedih sekali karena aku berusaha mengingat suaramu namun hanya terdengar begitu tipis di telingaku, membayangkan bagaimana rasanya bisa mencium tanganmu lagi setiap pagi, atau bercerita berbagai hal di sisimu sepulang aku sekolah dulu, atau bahkan hanya sekedar pertanyaan apakah aku sudah makan atau belum.
Aku ingin pulang dan menemukan Ibu di pintu. Aku ingin pulang dan menemukan Ibu yang tersenyum dan bertanya apa saja, aku ingin mengobrol sampai tengah malam seperti apa yang sering kita lakukan dulu, atau kau usap kepalaku saat aku berkeluh kesah.
Bu, rindu sekali aku rasanya...


Komentar
Posting Komentar
do some talk, folks :)