Langsung ke konten utama

Satu Selipan Waktu untuk Sendiri

 Saya ini cerewet. Entah sudah berapa kali saya bilang itu. Bahkan mungkin hal itu juga yang menggambarkan kecerewetan saya, ha ha ha. Mungkin ima menit saya masih akan diam, tapi setelah itu, jangan tanya deh. Saya diam, kalau bukan karena ngantuk, ya karena benar-benar merasa nggak nyaman.

Jadi ya kumpul-kumpul sama teman adalah satu hal yang saya suka. Cerita-cerita, tukar gosip apalagi #salah. Dapat kabar baru, saling curhat, biarpun penganannya mungkin cuma keripik melempem. Bertukar cerita dan bertemu teman, itulah poinnya. Ditambah ngelawak soal sinetron-sinetron Indonesia yang lebay (ahaha ini sih hobi saya). Yang penting asyik. Kalau mau lebih asyik lagi ya tambahin karaokean.

Tapi.... sometimes, I need to be alone too, right?

Kadang, kalau tahu ada waktu, saya suka pergi ke ke tempat tenang. Di mana saya bisa sendirian. Bukan berarti saya benar-benar sendiri, tapi yaa punya personal space, lah.

Perpustakaan pusat ITB. sumber dari kantongtehcelup.wordpress.com

Misalnya perpustakaan. Dari kecil saya paling suka kalau diajak ke perpustakaan. perpustakaan SD saya yang ehm, butut pun saya jabanin. Meskipun menjelang besar banyak orang di sekitar saya yang bilang perpustakaan itu seram dan membosankan -- terutama perpustakaan institusi, toh saya tetap suka. Saya bisa tenggelam berjam-jam di sana. Bisa melakukan apa saja. Baca buku, menulis, menggambar... atau yang nggak nyambung: merajut. Lol. Saya kuat sampai lima jam di sana. Tidurnya deh setengah atau satu jam. Yah memang sih, lantai empat perpustakaan ITB nggak terlalu menyenangkan -- cenderung panas dan pengap, tapi di sana ada buku-buku desain yang menarik. Sesuatu yang membuat saya rajin kembali lagi ke sana di antara waktu kosong.


Koridor Salman ITB. sumber dari aditiarifai.wordpress.com

Atau koridor masjid Salman ITB. Daerah sini memang terkenal adem dan pewe. Entah karena lingkungan atau mungkin dikaruniai Allah suasana yang menenangkan, karena itu masjid. Entahlah. Yang pasti, di sini enak banget. Ada bangku-bangku yang juga bisa digunakan sebagai meja. Hanya saja, kalau keenakan, pasti ujungnya jadi tidur. Tempat ini juga ramai sama orang-orang yang belajar bareng atau mentoring, atau malah rapat. Herannya, biarpun banyak orang, saya ga pernah merasa terganggu -- despite the fact bahwa saya mencari tempat yang tenang. Tenang itu berarti sedikit orang, no? Tapi saya suka tempat ini.

Dan tempat favorit saya terakhir adalah... taman ganesha. Jujur saya suka sekali sama konsep taman Kota. Waktu saya pertama kali membaca artikel tentang the Central Park, NYC, saya bener-bener iri. Enak sekali sebuah kota bisa punya taman seluas itu. Padahal Bandung kan kota Kembang, tapi kok tamannya sedikit ya?

Ah, tapi ya sudahlah. yang penting kan ada taman, jadi bersyukurlah Meg. Di sini banyak anak te-ka, pengemis dan anak kecil pengamen, tapi tempatnya cukup menyenangkan kalau udara segar. Semilir angin dan bau dedaunan yang segar dihirup. Kolamnya sih jangan dilihat,haha. Di sini ada beberapa kursi dan bangku. Ada colokannya, jadi bisa menggunakan notebook di sini.

Tapi saya nggak suka bawa laptop ke kampus. Berat dan nggak begitu berguna juga, karena saya lebih sering praktek. Jadi saya mengandalkan buku tulis dan pulpen. Lalu nantinya disalin ke notebook. Seperti sekarang. Ditemani headset dan walkman, dan saya pun siap berekreasi.

Taman Ganesha. sumber blogmoyo.wordpress.com


Begitu saja. Menghirup angin, mendengarkan lagu favorit, menulis berbagai hal yang random. Menggambar apa saja yang terlewat di kepala, semua itu bisa bikin kita rileks, bukan. Memperhatikan orang-orang: Pasangan yang sedang pacaran, geng mahasiswa yang kumpul-kumpul, pengemis dan gelandangan, pedagang kaki lima yang menghitung uangnya, keluarga kecil yang piknik kecil-kecilan.

Sebetulnya, kebahagiaan itu selalu ada -- biarpun hanya hal kecil.

Kebahagiaan itu sungguh, beterbangan dimana-mana.

Komentar

  1. perpustakaan merupakan suatu tempat yang menurutku wajib kita unjungin setidaknya 2hari sekali. agar kita ini lebih mengenal dunia lewat tulisan² orang lain. :D

    BalasHapus
  2. emm... buat saya, perpustakaan itu tempat tidur #plak eh, tapi juga tempat istirahat. asal tempatnya asik :3

    BalasHapus

Posting Komentar

do some talk, folks :)

Postingan populer dari blog ini

being single

Yak, topik cinta-cintaan kembali setelah sekian lama. Aih. Mentor saya, senior di kampus, baru-baru ini menikah. Selamat atas pernikahannya ya Teh Arindo, semoga bisa jadi keluarga yang sakinah-mawaddah-warohmah dan dikaruniai anak-anak yang terdepan dalam prestasi. :) Karena yang menikah ini teman kuliah, jadilah topik penggalauan kembali mewabah di lingkungan pergaulan saya. Jadi ingat. Kemarin saya naik angkot pulang, seperti biasa. Kalau naik angkot, lama perjalanannya bisa sekitar dua jam. Maklum Bandung coret. Seringnya sih saya tidur :P Di tengah perjalanan, angkot ngetem di depan sebuah SMP. Beberapa saat kemudian, naiklah empat orang anak SMP. Dari pembicaraannya, saya bisa tahu mereka masih kelas tujuh.  Ngobrolnya seru, khas anak cowok, saling ejek dan rebutan hape karena main game entahlah apa saya nggak tahu. Satu anak ada yang terlihat jangkung kurus, berkacamata, gayanya pecicilan, pokoknya ngeselin, tapi lucu. Intinya anak itu mengesalkan, tapi saya...

Saya Kangen Jatuh Cinta

Ingin jatuh cinta sama orang deh rasanya. Ngeceng orang salah. Lagi ngga ngeceng eh taunya galau juga. Hmmm. Saya kangen jatuh cinta. Bukan orangnya, karena kalo sekarang ditanya saya lagi jatuh cinta sama siapa, saya ga akan bisa jawab--karena sumpah, nggak tahu. Ditanya rang mati kutu bukannya ngga mau ngasih tahu, tapi karena emang ga ada =..= Yonghwa dan Seohyun. Dua orang ini kelewat manis sampe ngga tahan tiap nonton aaa.

10.10.10

TUMBLR . TWITTER . WEBSITE Pasar Seni ITB keSEPULUH. Tanggal SEPULUH bulan SEPULUH tahun duaribuSEPULUH. Hanya berlangsung SEPULUH jam saja!