Dua tahun yang lalu pukul empat pagi saya sedang termenung di kursi ruang tengah. Dua tahun yang lalu pukul empat pagi saya sedang terbengong. Terlungu. Tak jauh di dekat kursi ada telepon yang masih digantung oleh kakek, iya, itu Kakek saya, baru saja menendang kursi makan sampai kakinya patah sebelah.
Kakek saya marah, tidak tahu sama siapa. Nenek saya linglung, linglung, seperti orang bingung, pintu samping diketuk-ketuk, lama sekali baru saya sadar ada yang mengetuk dan akhirnya saya buka. Orang-orang datang dan memeluk, satu-satu mengeluarkan air mata. Orang-orang tahu kaki saya lemas, lemas sampai akhirnya terduduk dan limbung lalu termenung lagi.
Dua tahun lalu pukul empat pagi Ibu saya pergi dari dunia ini dan menghadap Allah jauh di akhirat sana.
It's been a long, long, and though 2 years. We still missed you. We really do. We'll love you always, mom.
Kakek saya marah, tidak tahu sama siapa. Nenek saya linglung, linglung, seperti orang bingung, pintu samping diketuk-ketuk, lama sekali baru saya sadar ada yang mengetuk dan akhirnya saya buka. Orang-orang datang dan memeluk, satu-satu mengeluarkan air mata. Orang-orang tahu kaki saya lemas, lemas sampai akhirnya terduduk dan limbung lalu termenung lagi.
Dua tahun lalu pukul empat pagi Ibu saya pergi dari dunia ini dan menghadap Allah jauh di akhirat sana.
It's been a long, long, and though 2 years. We still missed you. We really do. We'll love you always, mom.

umm...sebenernya udah tau dari postingan2 sebelumnya diblog ini,,yaaa...pokonya turut berduka aja. :norose <- kaskus banget
BalasHapussetiap tahun selalu ada peringatannya gan, dan ini yang kedua :malu: :)) makasih ya gan *emangnya kaskus
BalasHapus