Langsung ke konten utama

Blackpapillon : Tuan Kenjen dan Motornya


Karena cukup 'aneh' kalau tidak bisa dibilang 'lucu', jadi yaaa akhirnya saya post juga. Hihihi. Pemunculan beliau untuk keempat kalinya di blog ini. Hahaha. Dimana? Coba cari yang judulnya Foto Keluarga, Some Friends of Mine, dan "Mabal, Gay, dan Kue Penuh Cinta". XDD


Siapakah beliau itu? Lihat foto di atas. Siapa? emangnya jelas? Hehehe... kalau dilihat dengan teliti, fotonya juga ada di bawah kok, di postingan saya yang terdahulu (silakan cari sendiri yang mana, hahaha). Beliau adalah rekan saya satu ekskul di ekskul Kebudayaan Jepang saya, Niji09.

Tepatnya, dalam "silsilah keluarga" ekskul kami, perannya adalah sebagai suami saya. Dengan tiga orang anak dan dua orang cucu (bener ga sih?). Hmmm.

Pokoknya, begitulah. Saya juga cukup sering nebengin dia, sih, cuma karena jadwal suka bentrok, akhirnya kesempatan saya untuk mendapatkan tumpangan gratis sering sekali terlewatkan. Selain itu, banyak juga yang suka nebengin dia. Karena dia orangnya baik (tepatnya, selalu ngalah). *Woi Bay, saya muji kamu loh! WOI!*

Lalu? Mengapa Tuan Kenjen? Tepatnya dia adalah salah satu penggemar KENJEN BENNNN. Ini yang paling bikin saya pengen muntah (kadang). Dengan suaranya yang fals itu dengan bangganya dia nyanyi-nyanyi lagu Kenjen. AGGGGH, ILFIIIIIIIL. Tapi bertahanlah Meg, yang penting orangnya baik. Ya memang. Justru kesukaannya yang un-familiar dengan selera musik yang lain bikin dia terlihat norak, aneh, sekaligus lucu. Selain tampangnya yang emang lucu. Hehehehehe.

Tambahan: Namanya sama kayak adik saya yang cowok, dan adik saya yang cowok juga PENGGEMAR KENJEN. Tidaaaak. Saya banyak menemukan kesamaaan di antara mereka. Apalagi KENJENnya itu, hahaha.

Yayaya, lanjut.Hemmm... kali ini, setelah lama tidak memanfaatkan jasa beliau, akhirnya beliau bersedia mengantarkan saya pulang dengan motornya yang merah dan berplat-P itu. Intinya dia menyanggupi mengantar saya, tapi tidak bisa sampai rumah (rumah saya lebih jauh dari rumahnya). Oh, oke, paling tidak masih hemat ongkos (cuma bayar parkir) dan bisa pulang lebih cepat. Saya setuju. Oh, kenapa bisa pulang lebih cepat? Sepertinya saya belum bilang kepada kalian kalau dia adalah... Pembalap Nggak Kesampaian.

Serius. Motornya itu yang saya lupa apa mereknya--pokoknya gede--selalu dikendarai dengan kecepatan amit-amit. Ah, sebenarnya, tidak begitu ngebut juga sih. Cuma caranya itu. Nyelip-nyelip kemana-mana. Pernah nih ya, di depan ada bus, di kiri ada mobil truk, dengan santainya dia nyelip di antara dua kendaraan itu. Saya cuma bisa ngeper. Boro-boro ngobrol. Eh dianya masih bisa ketawa-ketawa.

At least, saya masih bisa ngobrol sama dia di jalan (saya bukan tipe yang bisa duduk manis dan diam selama perjalanan--dan dia adalah tipe orang yang sekali ngomong ga bisa berhenti). Kalau dalam keadaan tidak nyelip-nyelip kendaraan besar, cuma ngebut doang, baru bisa ngobrol panjang-lebar. Kalau nyelip, Saya pegangan kenceng-kenceng dan ngeluarin suara, "Hieeeeeeeeeeehhhh!"

...kayak lagi naik rollercoaster. Yeah, dan itulah kebanggaannya.

Dan karena sudah cukup lama saya nggak dibonceng beliau, sepertinya saya harus adaptasi lagi. Oh yeah. Dia terus-terusan nyelip entah berapa biji mobil, ke kiri ke kanan, dan nggak jelas, waktu saya nyeletuk soal keselamatan berkendara dia cuma ketawa dan masih terus ngoceh soal KENJEN BENNNNN. Nyanyi pula. Omaiiigaaaawwwwtttt. Kami pun melaju seperti biasa, menembus daerah Bandung timur yang memang cukup macet, nyelip APV, motor lagi, motor anak SMA juga, Mobil Tangki, BUS DAMRI, dan setumpuk kendaraan besar lainnya. Saya nggak berani ngelepas pegangan, sumpah. Contohnya:

Saya: Eh, apa sih bedanya motor kopling dengan motor bebek? Selain ukuran?

Dia: (Membuka kaca helm dan menolehkan kepala pada saya--DI JALAN) Hah? Oh, cuma masalah kopling doang.

Saya: Bay, AWAS ITU BIS. ---speechless---

Dia: Apa? OH, IYA.

banting stir ke kiri

Dia: Yaaaa. Gitu lah. Tapi enaknya, jadi lebih cepet, dan ngebut, dan...

Saya: ADA ANGKOOOOOOOOOOTTTT berhenti mendadaaaaaakkkk!!!

Dia: ...........waduh.

CKIIIIITTTTT Banting stir lagi

Dia: Tuh, ga apa-apa kan?

Saya: Harusnya tadi belok kanan kan? Tuh, kelewatan.

Dia: Oh, gitu ya?

...................................................

Saya belum bilang kalau dia CUKUP BUTA ARAH? Sudah banyak KORBAN karena nyasarnya dia. Mulai dari Ibu saya, yang niat mau nyari angkot ke bawah Dago. Sementara kita semua nunggu di Dago Pakar (Habis piknik bareng-bareng). Trus berakhir dengan angkotnya sampai duluan dan mereka nyasar muter-muter. Atau kisah dia dan anak vegetatifnya (karena dia lahir tanpa ibu... huahahaha) yang jalan-jalan sebentar dan tau-tau udah sampai di jalan yang mana.

Dan ampun, itu juga kejadian sama saya. Parah banget karena saya juga NGGAK HAFAL JALAN. Bermula setelah "seharusnya-belok-kanan" tadi, akhirnya dia bilang nggak apa-apa, nanti juga nyampe. Lanjut terusssss. Dengan pedenya dia bilang ke sini dan kesana dan berikutnya....

Dia: Meg, ini di mana ya?

Saya: (lirik kiri-kanan) Nggak tahu.

Dia: Ya udah, nanti juga nyampe kan?

Saya: ........................

Beberapa menit berlalu.

Saya: Bay, kayaknya ini udah kejauhan deh.

Dia: Iya ya? Kok ada angkot PANGHEGAR? dan ada angkot UJUNG BERUNG?

...................................................

Asal tahu saja, niat saya itu ke Riung Bandung, bukan Ujung berung.Itu mah udah kelewatan, mau ke Kabupaten, apa? Akhirnya diputuskan seharusnya tadi belok ke kanan. Muter lagi. Setelah itu belok kiri....

Dia: Ini di mana?

Saya: NGGAK TAHU.

Dia: Ah, masih di Bandung ini. Nanti juga nyampe.

Saya: (mulai nyolot) Huuuuuu! Ya udah, biarin lah! lanjut aja.

Muter lagi.

Sampai ke jalan yang benar (akhirnya), dan saya berterima kasih dia adalah seorang Tuan Kenjen yang mana adalah suami saya (halah) dan bukannya ayah (di sekolah) saya. Oh, paling nggak di sinilah kebaikannya. Sudah muter-muter lama berkali-kali, dan akhirnya saya nyeletuk...

Saya: Kalo misalnya normal mah, kayaknya aku udah nyampe dari tadi, deh.

Dia: (mikir bentar) Oh, iya juga ya? ya udah, sekalian aja.

....ASYIK, SODARA-SODARA. Ongkos yang biasanya enam ribu jadi cuma seribu. YESS.

Muter lagi ke Soekarno-hatta. Ngomongin lagi soal kebut-kebutan (sempat disalip motor bebek) dan salah belok (LAGI) ke sebuah gang nggak jelas. Ya, kali ini kesalahan saya--saya kira saya belok ke jalan yang benar, tapi ternyata salah. (Nasib saya juga ga hafal jalan.)

Dia: Belok sini kan? Bener kan?

Saya: (yakin) Ya, ya, yayayayaya.

Gang kecil yang banyak ayam, bebek dan orang nongkrong dengan pohon gede-gede sampai kita kenaungin. Ada akar gantungnya. Di pinggirnya ada kali super gede.

Saya: ....Kok?

Dia: Ini di mana ya? Ya udah lurus terus aja. Kalinya gede banget tuh. Pernah loh aku mimpi nyebur pas naik motor ke kali gede gitu... sering lagi.

Saya: DIEM. Kamu tahu aku FOBIA KALI dan KETINGGIAN?

Dia: --diam bentar-- Oh, sering kok. Coba bayangin kita lewat jembatan yang kecil banget terus jatuh...

Saya: STOP.

Dia: HAHAHAHAHAHAHAHAHA

Selama perjalanan lewat situ saya cuma bisa pegangan sambil gemeteran, beneran. Dulu waktu kecil saya pernah jatuh pas manjat pohon dan ngejebur kali. Mantap nian. Jadi begitu deh, ceritanya. Sepertinya dia senang sekali dengan "nyebur kali". Sialan.

Dan begitulah ceritanya saya bisa sampai di rumah. Ngobrol-ngobrol sebentar dan langsung dia cabut lagi karena harus menjemput ibunya (yang asli). Selamat jalan, Tuan Kenjen. Semoga anda selamat sampai tujuan tanpa nyasar. Karena dia tahu jalan masuk ke rumah saya tapi nggak tahu gimana cara keluar komplek. Terima kasih atas tumpangannya, hehehe.

TAMBAHAN

Besoknya, kita ketemu di sekolah.

Saya: Sampai kan akhirnya?

Dia: Hehehehe. -nyengir-

End

Komentar

  1. neechan~
    aku lihat, dia memang orangnya lucu. tampangnya dan selera musiknya. ahaha *maap komen yg gaje ginih*

    BalasHapus
  2. Yoh meguu!!
    Aku baca blog yg ini bareng tuan kenjen..
    Dan dia bereaksi ketika membaca 'mabal gay'. Huahahahaha...

    Emang, dia hobi menengok ke arah belakang waktu naek motor.. Stress...

    Aheum, nanti dijogja jagain dia ya. JANGAN SAMPE DIGODAIN MBA-MBA GEJE.. Jagain PAPA GILANG JUGA. Diakan ganteng..

    Btw, masukin gambar ke blog gmana??

    _taZ_

    BalasHapus

Posting Komentar

do some talk, folks :)

Postingan populer dari blog ini

being single

Yak, topik cinta-cintaan kembali setelah sekian lama. Aih. Mentor saya, senior di kampus, baru-baru ini menikah. Selamat atas pernikahannya ya Teh Arindo, semoga bisa jadi keluarga yang sakinah-mawaddah-warohmah dan dikaruniai anak-anak yang terdepan dalam prestasi. :) Karena yang menikah ini teman kuliah, jadilah topik penggalauan kembali mewabah di lingkungan pergaulan saya. Jadi ingat. Kemarin saya naik angkot pulang, seperti biasa. Kalau naik angkot, lama perjalanannya bisa sekitar dua jam. Maklum Bandung coret. Seringnya sih saya tidur :P Di tengah perjalanan, angkot ngetem di depan sebuah SMP. Beberapa saat kemudian, naiklah empat orang anak SMP. Dari pembicaraannya, saya bisa tahu mereka masih kelas tujuh.  Ngobrolnya seru, khas anak cowok, saling ejek dan rebutan hape karena main game entahlah apa saya nggak tahu. Satu anak ada yang terlihat jangkung kurus, berkacamata, gayanya pecicilan, pokoknya ngeselin, tapi lucu. Intinya anak itu mengesalkan, tapi saya...

Saya Kangen Jatuh Cinta

Ingin jatuh cinta sama orang deh rasanya. Ngeceng orang salah. Lagi ngga ngeceng eh taunya galau juga. Hmmm. Saya kangen jatuh cinta. Bukan orangnya, karena kalo sekarang ditanya saya lagi jatuh cinta sama siapa, saya ga akan bisa jawab--karena sumpah, nggak tahu. Ditanya rang mati kutu bukannya ngga mau ngasih tahu, tapi karena emang ga ada =..= Yonghwa dan Seohyun. Dua orang ini kelewat manis sampe ngga tahan tiap nonton aaa.

10.10.10

TUMBLR . TWITTER . WEBSITE Pasar Seni ITB keSEPULUH. Tanggal SEPULUH bulan SEPULUH tahun duaribuSEPULUH. Hanya berlangsung SEPULUH jam saja!